Kamis, 02 November 2017

percobaan


Teknologi 5G dapat memenuhi berbagai skenario aplikasi dengan koneksi antar benda menjadi skenario yang utama, termasuk sistem mengemudi otonom, kendaraan terkoneksi (V2X), pengiriman melalui drone, dan otomasi robot industri.

Bagian terpenting dari koneksi 5G adalah kemampuannya dalam menghadirkan VR dan AI (kecerdasan buatan) yang lebih baik, menghubungkan mesin ke mesin (M2M), dan membawa Internet of Things (IoT) ke tahap selanjutnya.

Selain itu, 5G juga dikatakan akan mampu memberikan dukungan kuat pada perkembangan internet dan memberikan pengalaman Mobile Broadband (MBB) melalui pemenuhan kriteria untuk tingkat spektrum yang tinggi, jumlah koneksi yang banyak, dan latensi yang sangat rendah dengan kisaran 1 mili detik, yang memungkinkan operator untuk memberikan lebih banyak koneksi Mobile Network of Things (MoT).

Meski 5G masih dalam tahap standardisasi, beberapa jaringan pra-komersial akan muncul di dunia global paling cepat pada tahun 2018.

"Sementara untuk Indonesia, perkembangan jaringan ini sudah baik. Indonesia sudah dapat mengadopsi teknologi 5G pada beberapa komponen teknologi LTE yang tersedia. Hal ini dapat membuat jaringan lebih siap untuk mengadopsi evolusi 5G selanjutnya di masa depan," ujar Mohamad Rosidi, Direktur Strategi dan Marketing TIK, Huawei Indonesia.

"Implementasi jaringan ini dapat meningkatkan kualitas jaringan dan menawarkan efisiensi tinggi dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada."

machfud_anwar

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar